Pancasila itu dipraktikkan, bukan cuma dihafal.
Pilih satu sila untuk melihat lambang dan contoh sikapnya. Lalu uji pemahamanmu di Lab Maya.
Materi Pokok
Sejarah lahirnya Pancasila
Pancasila dirumuskan dalam sidang BPUPKI. Pada 1 Juni 1945 Ir. Soekarno menyampaikan gagasan dasar negara, kemudian Panitia Sembilan menyusun Piagam Jakarta (22 Juni 1945). Rumusan final disahkan PPKI pada 18 Agustus 1945 bersama UUD 1945.
Kedudukan Pancasila
- Dasar negara: sumber dari segala sumber hukum.
- Pandangan hidup: pedoman sikap bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
- Ideologi nasional: pemersatu bangsa yang majemuk.
- Falsafah bangsa: nilai-nilai luhur yang digali dari budaya Indonesia.
Pancasila dalam UUD NRI 1945
Pembukaan UUD 1945 alinea keempat memuat rumusan lima sila. Nilai-nilai itu dijabarkan dalam pasal-pasal batang tubuh, misalnya Pasal 29 (kebebasan beragama), Pasal 28 (hak asasi manusia), Pasal 33 dan 34 (kesejahteraan sosial).
Bhinneka Tunggal Ika dan kemajemukan
Indonesia memiliki ratusan suku, bahasa daerah, dan beragam agama. Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" mengingatkan bahwa perbedaan bukan penghalang persatuan. Sikap yang dibangun: toleransi, saling menghargai, dan gotong royong.
Hak dan kewajiban warga negara
Hak dan kewajiban berjalan seimbang: kita berhak atas pendidikan dan pekerjaan, dan wajib membela negara, menaati hukum, serta menghormati hak orang lain.
Lab Maya
Tiga eksperimen interaktif. Skor tersimpan di perangkat ini.
Perangkat Guru
Tujuan pembelajaran
Peserta didik mampu menjelaskan nilai lima sila, menganalisis contoh penerapannya, dan menunjukkan sikap Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Alur kegiatan (2 JP)
- Pemantik: dilema kasus (10 menit)
- Eksplorasi materi (20 menit)
- Praktik di Lab Maya, berpasangan (40 menit)
- Refleksi dan diskusi (20 menit)
Rubrik penilaian sikap
| Aspek | Sangat baik (4) | Baik (3) | Cukup (2) | Perlu bimbingan (1) |
|---|---|---|---|---|
| Toleransi | Menghargai perbedaan secara konsisten | Umumnya menghargai | Kadang menghargai | Belum menghargai |
| Musyawarah | Mendengar, berpendapat santun, menerima hasil | Berpendapat santun | Pasif atau memaksakan | Menolak hasil bersama |
| Gotong royong | Inisiatif membantu kelompok | Membantu bila diminta | Hanya tugas sendiri | Tidak berkontribusi |